Sabtu, 16 Juni 2012


BATU PAIKE   BAREHARGA DI PANIAI SUKU  MEEUWO KEAJIBAN DUNIA 


Seorang peneliti datang ke papua di paniai  dan meeuwo ketemu denga  Pastor Heikema dan Pastor suda Belajar Kehidupan Soasial Masyarakat  dan Antlopologi suku Mee Paniai .dan seorang . sebenar Pastor Heikema datang Paniai untuk  kabarkan Kotbah ditengah masyarakat tapi hanya datang mencuri barang berharga  Paikeda  dan batu ini sebagai sejarah suku Mee benda berharga dari  suku Meeuwo maka seorang peneliti berkata bahwa  suku Mee datang ke paniai kira – kira 400 Tahun yang lalu itu pikirang kelilu  suku mee itu bukan dari asal usul tapi suku Mee orang asli paniai dan dan asal dari Paniai dan Pupu Papa gunung tertinggi dari sekarang di sebut tembagapura   inilah yang tempat pembagian suku dari  pengunungan Mite dan Cerita Suku Mee dari orang tua  batu pakeida tenagah, hajib suku Mee dan batu Paike Tuhan menciptakan untuk Mee .
Pastor Heikema di menceritakan dengan orang asin bahwa dan keemapat  batu paikeda paling berharga maka tempat ketemu patung priabesar  ketemu di Timepa modio dan batu wanita ketemu di Timida Enarotali  kedua belum ditemukan ketauhi tempatmengambir    patung sangat menarik dan seorang peneliti datang ke papua langsung ketemu denga Pdt .Dr. Benny Giai S.Th  karena pak Beny Giai suda kenal dengan orang  asin pada waktu Beni Giai mengambil gelar Antlopologia S 3 pada waktu belanda 1996   waktu kecil dia memakai koteka maka peneliti dan tentang batu paikeda Beny Giai sendiri lagi belajar dan pdt yulius boby   mengubungi dia perjalan  nanti dia bantu untuk perjalan timida timepa maka seorang penelisi orang asin bersama julius mereka tibah ke paniai dan Enalotali maka seorang peneliti berpikir bahwa kata paikeda itu dia baru dengar dari Enarotali dan pada watu perjalanan manuju ke enarotali  dan   seorang peneliti pikir bahwa batu paikeda itu masih hidup  atau benda – benda batu, dan langsung tibah ke timida langsung masuk ke Gereja Katolik Santa Mari Timida lansung ketemu dengan penatua  maka seorang peneliti mengambil data tapi karena mereka belum ketemu dengan Marselus Yeimo bersama dengan masyarakat setempat dan mereka lansung masuk ke gerja santa maria .
Marselus Yeimo sebagai pemilik Batu Paike besar  wanita besar di Timida maka Marselus Yeimo penjelasan tentang Batu Paikeda yang dapat pada saat itu maka  sebelum memiliki paikeda Maselus mimpi sebelum dapat pakeida  perempuan  bahwa datang dengan sayur hitam dan tebu satu batang langsung ketemu denga Marselus Yeimo langsung apa mimpi atau kenyataan, banggun ternyata mimpi dan besoknya  dia sangkur tanah  tanam sayur pasti Maselus dapat  batu paikeda wanita besar pada Tahun 1996  dan patun tersebut ujung kena sikop  maka selama Maselus simpang batu paikeda tempat yang baik dan kasih mandi dengan baik ,dan selama dia tanda- tanda banyak yang  tanda bahwapada saat.Perang,Aman Masalah, Dapat sesuatu barang pasti batu paikeda wanita besar;  pasti tertanda – tanda  dan sebelumya Marselus lebih pertisnya terjadi lebih tahu masalah apapun bahkan Musim atau Bencana  yang akan terjadi maka Marselus penjelasan tentang Paikeda malamnya ada beberapa terjadi perlistiwa yang akan terjadi  diatas tanah papua yang akan penjelasan dari pemilik batu paikeda wanita besar marselus yeimo sebut jelaskan :
1.      Sebelum Tuhan menciptakan di bumi ini dan Tanah Papua Tuhan menicipkan  kekayaan alam yang paling kaya didunia dan maka  sebelum menciptakan dunia Tuhan menediakan Tuju Paham manusia  dan ketuju paham membagi- bagi kedunia dan ahkirnya kembali ke Tuju paham lagi kembali ke papau  dan dunia papua  dapat kekayaan duniawi  dan surgawi kena di papua.
2.      Kekayaan dunia nanti akan lompak  beberapa Negara  yang akan lombak di Tanah Papua kakyaan seperti  Emas,Batu Bara, dan kekayaam alam lainya . terdapat di paulau papua .
3.      maka Marselus banyak yang penjelaskan tapi karena batasi dari temanya karena hal Rasia suku mee karena banyak misionalis mencuri  barang kekayan alam papua .
selesai penjesan dari Maselus Yeimo ada beberapa Teman bantu untuk penjelasan tentang batu paikeda wanita besar dan batu paikeda sebagai tegah gajib suku Mee dan batu pelindung   Tuhan menyediakan untuk suku Mee paniai.
Pak Guru Niko Yeimo  Penjelasan maka batu paikeda wanita besar  benda tapi punya organ tubuh manusia Napas karena batu paikeda wanita besar bisa bersuara batu paikeda bisa membatasikan suatu masalah sepihak musuh dengan musuh .maka papua  tanah yang paling kaya apalagi batu  benda mati tapi  punya berhorgan Tubuh manusia karena masalah apa yang terjadi akan datang dia lebih duluhan tau dan masalah – masalah apapun .
Dan selanjutnya seorang peneliti berangkat ke timepa dan mereka dapat pengaralaman yang luar bisa  di timida dan tujuan berikutnya bomomani paikeda hewan ketemu di bomomani  dan sebelum ke bomomani minta petujuk jalan ke Pastor louwsen Enarotali dan mereka lawat wagte jalan kali dan ditengah jalan mereka ketemu dengan bapak kepala OPM – TPN  TADEUS YONY YOFARI KIMEMA MAGAI YOGI  sebelumya penjelasan idetitas diri dan  juga sama dengan yang tadi ketemu di Timimida  atas penjelasan tentang paikeda  sama demikian dan maka mereka berangkat lagi ke Timepa .
Seorang peneliti langsung tibah ditemepa mereka lansung pertemuang dengtan masyarakat maka masyarakat Timepa lansung tekang karena orang misionalis datang ke paniai mereka bahwa keluar dan pencurubarang berharga  dan munkin mereka di jadikan patung seperti apa tidak tau dan pada saat itu masyarakat mereka memilih mengajadi pengatara atau terjamakan dengan  peneliti Stepanus Wakei sebelum Stepanus tanya kepada orang tua setempat  bahasa Mee dan masyakat Mee mereka melihat kejadian – kejadian yang biasa terjai itu juga biasa menipu kepada masyarakat papua lebih khusu  suku mee paniai.dan mereka pencuri barang kekayan barharga dari kami orang papua maka kami misking kekayaan diatas kami sendiri untuk itu masyarakat  penjelasan tentang batu paikeda lebih berat mulut mereka .
Padat saat ketemu paikeda  pria besar lansung gempa bumi dan masyarakat mereka pesta Adat pada mengambil setempat waktu itu mengambil tempat paikeda  pria besar kena sikop dan mengambil dalam tanah dan pada waktu itu masyarakat mereka sangkur tanah tempat membanggungun Gereja dan lansung gempa bumi . pada Tahun 1972 ketemu paikeda di Timepa dan pada waktu menukan ada banyak yang tanda – dan gejelah yang perna mengalami masyakat Alami .
Paikeda pria besar menemukan dengan Bapak Paulus Wakei pada waktu itu dan wakai menjelaskan tentang pada waktu ambil dan paikeda ketemu  tempat Gereja  dalam dan paikeda pria besar  simpang di dalam Pastolar katolik dan terkejut masyarakat karena paikeda bukan ada di tempat tapi pastor mereka bahwa keluar kemana tidak ketahui sampai saat ini. Dan pada waktu memukan paikeda pria besar paulus wakei langsung buan tempat lain dan he batu bentuk seperti muka manusia .
Maka tempat mengambil maka masyarakat bermasalah karena paikeda  pria  besar bebum ada ditempat dan seorang peneliti mengambil data . belum ketemu dengtan baik pada data yang sebenarnya karena paikeda pria besar pencuri tidak ada tempat.
Paneliti mereka kembali ke jayapura ketemu denga dosen antolopolog  berna yosep yoman dan sebelun mereka berangkat ke jayapura ada yang bahwa datang paike kecil muka sepeti kus – kus hanya bukanh batu pelingdung tapi hanya isi noken dan bahwa- bahwa saja adan paikeda ini bukan alat pelindung .
Selanjut paikeda pria besar kembalikan ke tempat asalnya untuk paulus menitipkan sebuah surat melalui Pilot AMA selanjutnya pastor  louwsen kembalikan tempat aslnya karena sekarang masih ada di Timepa atau dimana tidak ketahui hanya masyarakat setempat yang lebih tauh .
DOSEN DOSEN ANTOLOPOGI PAPUA  JAYA PAURA
Dosen lihat gambar paikeda mereka mengakui karena paling kuat budaya suku mee karena kenyataan da mereka juga hanya dapat lihat melalui gambar fohot  dan flem kenyataan bahwa dosen dari belanda mereka bahwa langsung ke kampos atau dalam kamar maka tempat curi sudah jelas dan ada daalam buku dan pak Beny Giyai sebgai senor segalah biadang apapuan dan teluk beluk suku mee dan selum mereka ketemu denga Giyai dan ahkir juga ketemu denga n giayai juga dan masyarakat mee mengahargai kepda .